
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Diponegoro (Undip) dan kerja sama Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Teknik Undip dengan Indonesian Aviation Electronics and Electrical Technician Association (IAEETA) resmi digelar pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Novotel Tangerang, Tangcity Superblok, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Babakan, Kota Tangerang, Banten.
Dalam acara tersebut, Universitas Diponegoro diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., selaku Dekan Fakultas Teknik yang bertindak sebagai penandatangan PKS sekaligus perwakilan resmi institusi dalam penguatan kerja sama strategis dengan IAEETA. Kehadiran Dekan Fakultas Teknik menegaskan komitmen Undip dalam memperluas jejaring kemitraan dengan organisasi profesi guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.
Penandatanganan MoU dan PKS ini mencakup ruang lingkup kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Undip. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi para teknisi, khususnya di sektor penerbangan, untuk memperoleh pengakuan profesional sebagai insinyur sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya teknisi penerbangan, agar memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan standar industri. Sementara itu, pihak IAEETA menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan kapasitas teknisi melalui jalur pendidikan profesi keinsinyuran.
Selain seremoni penandatanganan, agenda kegiatan juga diisi dengan diskusi pratama mengenai profesi keinsinyuran bagi teknisi penerbangan. Diskusi ini membahas peluang, tantangan, serta pentingnya sertifikasi dan pengakuan profesi insinyur dalam mendukung keselamatan dan kemajuan industri penerbangan nasional.
Melalui kerja sama kelembagaan ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan program-program kolaboratif yang berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme teknisi penerbangan di Indonesia.