Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para calon insinyur untuk mengenal lingkungan akademik, sistem pembelajaran, serta para pengajar yang akan mendampingi selama masa studi.
Acara yang digelar secara daring melalui Zoom tersebut diikuti oleh 154 mahasiswa, terdiri atas 32 mahasiswa jalur reguler dan 102 mahasiswa jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan secara komprehensif mengenai profil dan tata kelola PSPPI, mulai dari struktur organisasi, jajaran pimpinan di lingkungan Fakultas Teknik, hingga tim pengajar yang terdiri atas dosen internal Universitas Diponegoro serta dosen praktisi dari berbagai sektor industri.
Mahasiswa juga memperoleh penjelasan terkait sistem perkuliahan, metode evaluasi pembelajaran, serta tahapan penyelesaian studi hingga memperoleh gelar profesi Insinyur (Ir.).
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, Dipl. Ing., MBA., IPU, turut memberikan sambutan dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru PSPPI.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Selamat datang kepada 32 mahasiswa reguler dan 102 mahasiswa RPL, total 154 mahasiswa PSPPI. Selamat menempuh pendidikan profesi insinyur. Semoga seluruh mahasiswa dapat mengikuti proses pendidikan ini dengan baik, menjunjung tinggi etika profesi, serta kelak menjadi insinyur yang profesional, berintegritas, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.”
Lebih lanjut, Ketua PII menegaskan bahwa jumlah mahasiswa yang bergabung bukan sekadar angka, melainkan mencerminkan potensi strategis bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Indonesia, menurutnya, harus mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) menuju visi Indonesia Emas 2045.
Salah satu kunci utama untuk mencapai hal tersebut adalah reindustrialisasi nasional. Upaya ini tidak hanya sebatas pembangunan pabrik, tetapi juga memperkuat manufaktur berbasis teknologi, memperdalam pasar domestik, serta membangun kemandirian teknologi nasional. Industri merupakan sektor sentral dalam perekonomian, sehingga peran insinyur menjadi sangat strategis.
Insinyur masa kini tidak lagi hanya berperan sebagai operator teknologi, melainkan sebagai arsitek transformasi industri. Mereka dituntut mampu merancang sistem industri yang efisien, mengembangkan inovasi yang meningkatkan produktivitas khususnya bagi UMKM serta berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, profesi insinyur diwajibkan menjunjung tinggi etika dan profesionalisme. Di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0, aspek etika menjadi semakin krusial. Algoritma tanpa etika berpotensi menciptakan ketimpangan, sementara otomatisasi tanpa kebijakan yang tepat dapat memicu disrupsi sosial. Oleh karena itu, pendidikan profesi insinyur tidak hanya menekankan kompetensi teknis, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PII juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Diponegoro atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik dengan PII. Sebagai institusi akademik unggulan di Indonesia, Undip dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah serta mendukung agenda reindustrialisasi nasional.
Melalui kegiatan pengenalan ini, PSPPI Fakultas Teknik Undip berharap seluruh mahasiswa dapat memulai perjalanan pendidikan profesi dengan kesiapan akademik dan semangat kolaborasi yang kuat. Dengan sinergi antara akademisi dan praktisi, PSPPI berkomitmen mencetak insinyur yang unggul, kompeten, berintegritas, dan berdaya saing global demi kemajuan bangsa.